buku kesehatan

Buku kesehatan memang banyak dijual di toko-toko buku tak terkecuali buku yang satu ini, yang berjudul 100 Rahasia Sederhana dari Orang-orang  Sehat. Namun, buku kesehatan  yang satu ini sudah tidak dijual di toko buku sebab buku lama. Buku bersampul pink ini juga merupakan buku impor yang sudah diterjemahkan. 

Buku kesehatan bekas ini terdiri dari 270 halaman. Buku ini ditulis oleh David Niven, PH.D. seorang psikolog juga guru ilmu pengetahuan sosial di Universitas Atlantik, Florida. Pada prinsipnya, apa yang  beliau tuangkan dalam buku ini tentang cara hidup sehat yang sudah terbukti secara sains berdasarkan penelitian ilmiah. Oleh karena itu, karena konsep dalam buku karyanya ini berdasarkan sains, sehingga sekaligus membantah mitos-mitos terkait  gaya hidup dan kesehatan yang telah beredar di masyarakat dan sangat dipercayai masyarakat.

Berikut ini kilasan  bab yang ada di dalamnya yang total terdiri dari 100 bab, dimana tiap bab-nya hanya terdiri dari 2 hingga 3 halaman.

Buku Kesehatan Halaman 22, judul “Sediakan selalu makanan sehat” 

“Orang akan makan apa yang tersedia. Anda mungkin takkan menyangka betapa jauh lebih sedikit makanan Yang tak bergizi yang anda konsumsikan ketika anda sulit mendapatkannya.” Jadi, ini juga berlaku untuk makanan yang tidak sehat, jika anda menyetoknya di rumah, maka akan lebih mudah mengkonsumsinya sebab sudah tersedia. Salah satu upaya menjaga kesehatan yang paling mudah adalah mengelilingi diri kita dengan makanan sehat. Setuju kan ?

Halaman 32, judul “Hentikan Perang Terhadap Bakteri”

Bakteri ada dimana saja tempat kita berada. Bersamaan bakteri jahat, selalu ada bakteri baik yang mendampinginya. Penggunaan sabun antibakteri berlebihan serta produk-produk antibakteri lainnya akan membunuh bakteri jahat, sekaligus bakteri baik yang ada disekitarnya. Penggunaan produk-produk ini juga membuat tubuh tidak membentuk kekebalan tubuh serta membuat  bakteri-bakteri jahat membentuk sistem kekebalan tubuh sendiri atas serangan-serangan yang dilakukan manusia.

Dr. Levy, seorang ahli genetika Tufts University  pada halaman 33 mendambakan “Zaman dahulu ketika anak-anak membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat dengan menjadi kotor.

”Halaman 41, judul “Selalu Menjadi yang Benar Itu Tidak Benar Bagi Kesehatan Anda” 

Intinya, jangan menjadi orang yang selalu merasa paling benar, sebab akan membuat anda sering stress karena kecewa yang secara tidak langsung akan berdampak pada kesehatan gigi yang buruk, penyakit maag hingga jantung.

Dokter Coyne dan rekan-rekannya merekam dengan video adu argumen para pasien jantung. Pasien jantung dengan argumentasi negatif terhadap sesamanya,  1,8 kali mati dalam waktu empat tahun dibandingkan lawannya yang tidak memberi respon negatif dalam argumentasinya. 

Halaman  71, judul “Makan Sebuah Tomat Sehari Itu Lebih Baik Lagi”

Makan sebuah apel sehari akan menjauhkan anda dari dokter kata pepatah lama, tetapi makan sebuah tomat sehari akan jauh lebih baik lagi. Fakta menarik lainnya tentang tomat adalah, buah ini zat gizinya tetap abadi walau diolah bagaimanapun, tidak seperti makanan lainnya yang kandungan gizinya akan berkurang atau bahkan rusak apabila diolah sedemikian rupa.  Kandungan lycopene dalam tomat akan mencegah dari penyakit kanker, jantung, baik untuk kulit dan mata. Halaman 85 judul “Matikan TV Anda”Segala sesuatu yang berlebihan bagaimanapun tidak baik bagi tubuh. Setuju kan ? Sebab tubuh manusia membutuhkan keseimbangan. Berbicara tentang menonton TV, ada baiknya anda dan kita semua tahu bahwa kegiatan ini membuat otak pasif, efeknya tubuh menjadi bermalas-malasan. Semakin lama menonton TV efek malasnya semakin menggerogoti. Siapa yang pernah mengalami ini ?

Hal paling mengerikan dari menonton TV, yaitu menimbulkan penyakit otak, salah satunya resiko terkena alzheimer 3 kali lipat, menurut riset para dokter di Fakultas kedokteran di Case Western Reverse University. 

Buku Kesehatan Halaman 90, judul  “Makan Lebih Sedikit Tapi  Lebih Sering”

Kita orang Indonesia terbiasa mendengar ucapan dari para leluhur kita bahwa “Makan yang banyak, Nasinya yang banyak” dan lain sebagainya. Alasannya supaya tidak kurus, supaya sehat, supaya ada tenaga dan lain sebagainya. Tapiiiiii… sebenarnya ini salah !! Kenapa salah ? Coba buka halaman 91. 

“Makan lebih jarang tidaklah menjadikan tubuh anda mengkonsumsi lebih sedikit; itu hanya berarti bahwa anda menjadi lebih lapar lagi ketika akhirnya Anda makan, dan sistem Anda lebih tidak siap menghadapinya.”

Ini berarti makan dalam frekuensi jarang justru akan membuat porsi makan lebih besar, sehingga yang terbaik adalah sering makan dalam porsi kecil. Menurut study di Oxford, orang yang makan sehari 5 hingga 6 kali tingkat kolesterolnya lebih rendah 5 persen dan 45 persen tingkat keberhasilan mencapai berat badan ideal daripada mereka yang makan sehari dua kali. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like