Sebelum berbicara dampak negatif orang tua pemarah , ada baiknya menyimak kutipan Aristoteles tentang marah.

Siapa pun dapat menjadi marah – itu mudah, tetapi menjadi marah dengan orang yang tepat dan pada tingkat yang tepat dan pada waktu yang tepat dan untuk tujuan yang benar, dan dengan cara yang benar – itu tidak dimiliki setiap orang dan tidak mudah.” – Aristoteles

Mengutip ucapan Aristoteles di atas, maka jelaslah perbedaan orang tua pemarah dan orang tua yang bukan pemarah. Orang Tua pemarah cenderung akan marah pada segala hal yang tidak disukainya, bahkan untuk hal-hal sepele yang sebenarnya dapat diselesaikan tanpa marah. Sementara itu orang tua yang baik hanya akan marah jika anak melakukan hal di luar batas. 

Pembeda lainnya antara orang tua pemarah dan orang tua yang baik adalah cara mengekspresikan rasa marah. Orang tua pemarah mengekspresikan marah melalui cara yang destruktif terhadap mental dan fisik anak. Orang tua yang baik akan marah dengan cara yang tidak destruktif terhadap fisik dan mental anak.

Dalam buku berjudul Don’t be Angry Mom karya dr. Nurul Afifah, ternyata orang tua pemarah akan memberi dampak negatif terhadap anak dan dirinya sendiri, baik itu secara fisik maupun mental. Yuk, cek penjelasannya sebagai berikut:

 Dampak marah terhadap fisik dan mental anak 

  1. Bentakan kasar orang tua akan menyebabkan kematian sel-sel otak anak

Jika otak anak di bedah, maka di dalamnya akan terlihat lebih dari 10 triliun sel-sel otak yang sedang tumbuh dan berkembang. Namun, proses ini akan terganggu dengan satu bentakan kasar orangtua. Satu bentakan saja akan menggugurkan lebih dari satu milyar sel otak yang sedang berkembang. Bentakan yang disertai kekerasan fisik kepada anak akan menghancurkan milyaran sel-sel otak yang sedang berkembang.

Sebaliknya, anak yang mendapat kasih sayang penuh dari orang tua cenderung lebih cerdas dengan ukuran otak lebih besar  karena rangkaian otaknya terbentuk dengan baik dan cepat. 

  1. Bentakan kasar orang tua akan menyebabkan psikis anak menjadi stress dan karenanya membuat jantung anak menjadi lelah

Bentakan kasar orang tua akan menyebabkan jantung anak berdetak dengan lebih cepat. Hal ini berdampak pula pada kondisi jantung anak lebih cepat lelah. 

  1. Orang Tua pemarah akan menyebabkan anak merasa sering nyeri di ulu hati

Lagi-lagi, bentakan kasar orang tua yang pemarah akan menyebabkan anak stress dan menyebabkan lambung lebih sensitif terhadap jumlah asam lambung sehingga anak sering merasakan nyeri pada ulu hati.

  1. Anak yang sering dibentak kasar orang tuanya akan kehilangan rasa percaya diri

Bentakan kasar dari orang tua akan menyebabkan banyak tekanan psikologi bagi anak yang dampaknya luar biasa. Salah satu dampak buruk dari bentakan kasar orang  tua adalah menurunkan rasa percaya diri anak dan menjadi penakut. 

Persepsi anak tentang dirinya menjadi negatif bahwa dirinya selalu salah dalam bertindak sehingga menyebabkan pribadi anak menjadi penakut, kehilangan rasa percaya diri dan tahap berikutnya  yang lebih buruk adalah depresi.

  1. Prestasi akademik anak di sekolah menurun

Sudah jelas kondisi psikologi anak yang depresi akan berimbas pada prestasi belajar di sekolah. Ditambah perasaan tidak percaya diri atau minder dengan teman-teman sebayanya akan memperparah kondisi psikologisnya. 

  1. Orang tua pemarah akan kehilangan kepercayaan dari anak 

Secara alamiah, orang tua pemarah akan kehilangan rasa percaya anak.  Dengan demikian, apakah anak akan mendengarkan perkataan orang tuanya ? Tentu hanya nempel sebentar di telinga tapi untuk dilupakan. 

Dampak terhadap fisik dan mental orang tua

  1. Marah yang destruktif merenggangkan ikatan emosi antara anak dan orangtua 

Ikatan emosi hanya akan terbentuk jika ada rasa kasih sayang antara orangtua dan anak. Namun, jika orangtua hanya marah-marah tak terkontrol pada anak, rasa kasih sayang orangtua kepada anak akan hilang dan begitu pula sebaliknya. 

  1. Orang Tua yang pemarah cenderung menderita berbagai penyakit 

Berbagai penyakit yang diderita orang tua pemarah disebabkan fungsi organ-organ tubuhnya bekerja secara tidak wajar sehingga menyebabkan berbagai penyakit seperti serangan jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan maag. 

  1. Sering marah-marah pada anak akan menghilangkan rasa kasih sayang terhadap anak

 Dari Manakah datangnya cinta dan kasih sayang? Anda perlu tahu cinta dan kasih sayang datang dari perbuatan baik yang tulus kepada seseorang. Sehingga, jika marah-marah bukan suatu perbuatan baik maka bukankah berarti pelakunya akan kehilangan rasa cinta dan kasih sayang dari dalam hatinya? 

  1. Orang tua   pemarah akan lebih cepat tua 

Ah, jika anda sering mendengar orang tua zaman dahulu sering mengatakan “Jangan suka marah-marah nanti cepat tua” maka percayalah itu bukan mitos. Ini bukan mitos dan dapat dijelaskan secara ilmiah. 

Orang yang pemarah secara psikologi dia akan menjadi mudah tertekan atau stress. Saat kondisi psikologi seseorang stress, maka tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang berlebih. Hormon kortisol berlebih tidak baik untuk tubuh, salah satunya buat kulit. Kortisol yang berlebih akan menyebabkan berkurangnya kolagen yang berfungsi untuk melenturkan kulit sehingga tidak keriput dan awet muda.

  1. Gangguan kecemasan sering dialami orang tua pemarah

Secara psikologi, orang yang mudah marah sering mengalami gangguan kecemasan termasuk dalam hal-hal kecil dan cenderung membesar-besarkan masalah yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan cara bermusyawarah. 

Pada dasarnya, anak-anak adalah orang dewasa dalam bentuk mini. Ini berarti mereka memiliki perasaan yang sama seperti halnya orang dewasa. Jika orang dewasa tidak suka saat seseorang memarahinya secara berlebihan apalagi jika sampai melibatkan kekerasan fisik maka anak-anak juga sama.

Sebenarnya, anak-anak dapat diajak berdiskusi untuk menyelesaikan suatu masalah ataupun mendisiplinkan mereka. Namun, banyak juga orang tua yang tidak memilih cara ini dan lebih memilih cara kasar untuk mendisiplinkannya. Sayangnya, cara ini bukannya berdampak baik pada perkembangan mental anak dan justru merusak mental hingga gangguan kesehatan. Juga, merenggangkan ikatan emosional antara anak dan orang tuanya. Sebaliknya, melayani anak dengan penuh cinta dan kasih sayang akan mempengaruhi karakter anak ketika dewasa menjadi pribadi yang positif. 

Order buku whatsap 081221537939 , bukalapak

sumber gambar :

Dokumentasi pribadi

https://www.freepik.com/free-photo/angry-parents-scolding-their-children_13057921.htm#page=1&query=Angry%20mom&position=16&from_view=search

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like