Dari zaman dahulu hingga sekarang memakaikan bedong bayi baru lahir sudah menjadi budaya yang turun temurun antar generasi. Praktek memakaikan bedong pada bayi tidak hanya berlaku di Indonesia. Di luar negeri, ada beberapa negara yang memiliki tradisi yang sama seperti di Indonesia. Namun, ada juga negara-negara yang tidak mempraktekkan tradisi ini. Sehingga, bayi-bayi yang baru lahir menggunakan piyama bayi yang panjangnya hingga menutup telapak kaki. 

Perlu diketahui juga bahwa tujuan dari bedong bayi baru lahir adalah memberikan kondisi nyaman dan hangat pada bayi seperti saat ia masih di dalam rahim. Dengan kenyamanan yang sama seperti di dalam rahim, ditujukan agar bayi dapat tidur dengan nyenyak. 

Model Bedong bayi baru lahir dengan tangan kaki yang bebas bergerak

Nah, mengingat tujuan itu, kita simak yuk kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi dalam praktek memakaikan bedong pada bayi. Calon orang tua wajib tahu ini. 

Mengikat bedong terlalu kuat

Banyak orang beranggapan membedong bayi dengan ikatan yang sangat kuat, terutama di bagian kaki, berfungsi supaya tulang kakinya lurus atau tidak bengkok. Namun, anggapan yang sudah turun temurun ini rupanya salah. Menurut para ahli, ikatan yang terlalu kuat pada area kaki bayi akan beresiko lepasnya tulang panggul atau dislokasi pada tulang panggul. Efeknya dalam masa pertumbuhan kaki bayi akan panjang sebelah.  

Faktanya, para bayi di negara-negara maju yang tidak menggunakan bedong tumbuh dengan tulang kaki yang lurus, kuat dan lincah.

Memakai bedong dari kepala hingga kaki

Banyak orang tua zaman dahulu memakaikan bedong pada  bayi dengan cara menutup area kepala bayi hingga kaki. Lagi-lagi rupanya hal ini tidak direkomendasikan para ahli. Mengapa? Sebab, cara seperti ini akan membuat bayi merasa gerah hingga berkeringat banyak. Keringat yang banyak ini akan menyebabkan ruam pada kulit bayi, dehidrasi hingga gangguan pernapasan

Tidak memberi kebebasan kaki dan tangan bayi bergerak

Memakaikan bedong pada bayi dengan ikatan sekuat mungkin seperti yang dilakukan para leluhur, tentu akan membatasi gerakan kaki dan tangan bayi. Tapi, tahukah jika hal ini tidak disarankan para ahli. Alasannya, supaya perkembangan persendian di panggul berlangsung secara sehat.  Tangan bayi juga harus bisa bergerak dengan bebas supaya kemampuan motoriknya berkembang dengan baik. 

Memakai bedong terlalu longgar

Pada prinsipnya, jika pun ingin memakaikan bedong, ikatlah dengan ikatan yang pas, tidak terlalu longgar dan tidak terlalu ketat. Memakaikan bedong pada bayi dengan ikatan yang terlalu longgar juga beresiko kain bergeser menutupi hidung dan mulut bayi. Sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan kematian mendadak.  

Membedong bayi hingga usia lebih dari 3-4 bulan

Calon orang tua perlu tahu, bahwa pemakaian bedong bayi tidak dianjurkan dalam kurun waktu terlalu lama. Sebab kaki dan tangan bayi perlu bereksplorasi dan bergerak-gerak supaya pertumbuhannya baik.  Biasanya pemakaian bedong bayi dihentikan pada usia 3-4 bulan. Pada usia itu, bayi sudah bisa tidur dengan tenang. 

https://www.alodokter.com/bunda-ini-jawaban-berbagai-pertanyaan-seputar-bedong-bayi

https://www.grid.id/read/04915073/dulu-dianjurkan-dokter-justru-larang-bayi-di-bedong-kenapa?page=all

Gambar

https://www.dhgate.com/product/neck-protection-baby-swaddle-babies-anti/519266066.html

https://images-na.ssl-images-amazon.com/images/I/71SVDS2XBmL.SL1500.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like