bahasa indonesia

Bahasa indonesia dan kedisiplinan dalam penggunaannya bagi sebagian orang merupakan barang langka yang juga barangkali membutuhkan usaha yang besar untuk mewujudkannya. Sebab, budaya disiplin harus berangkat dari keluarga sebelum menerapkannya dalam lingkungan yang lebih besar.

Menurut KBBI, disiplin adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya).Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Kedisiplinan tidak hanya menyoal tentang datang tepat waktu, membuang sampah pada tempatnya, menyimpan sepatu pada raknya dan hal-hal lainnya berbentuk tindakan. Disiplin juga dapat berbentuk ucapan yang baik dan benar sesuai peraturan dalam berbahasa.

Ketidakdisiplinan dalam  bahasa indonesia, salah satunya berbentuk kerancuan berbahasa yang dibiarkan sehingga menjadi budaya dalam masyarakat. Nah, dalam kehidupan masyarakat Indonesia, sering kali kerancuan dalam menggunakan bahasa Indonesia ini terjadi dan kita sering pula tidak menyadarinya. Apa saja ya, bentuk kerancuan dalam berbahasa Indonesia ? Penasaran ? Simak yuk!

  1. Apakah tadi siang ada aliran listrik ?

Apakah kamu sering mendapat pertanyaan dari keluargamu seperti ini : 

“Tadi siang aliran listrik ya?” Atau “Tadi siang mati lampu ya?” Lalu kamu akan menjawabnya “Iya.” Padahal, kamu sangat tahu pertanyaan tersebut menanyakan apakah hari ini ada pemadaman aliran listrik. Namun, walau kamu tahu pertanyaan yang diajukan salah, tapi kamu paham maksudnya dan menjawabnya dengan benar. 

bahasa indonesia
kerancuan bahasa indonesia , sumber gambar pexels.com/Daniel Reche

Pengucapan aliran listrik atau mati lampu tentu tidak sama dengan pemadaman aliran listrik tapi ini sudah membudaya dalam masyarakat Indonesia dan karenanya dianggap benar. 

  1. Kamu sudah makan belum ?

Kamu pasti sering mendengar pertanyaan ini: “Udah makan?” Lalu akan dijawab “Belum.” Padahal, orang yang ditanyai tahu betul dirinya sudah makan roti, buah, kue dan lainnya selain nasi beserta lauk-pauknya. Nah, ini dia salah satu budaya populer di Indonesia bahwa belum makan nasi sama dengan belum makan apa-apa, walau sudah makan yang lainnya selain nasi. Barangkali jika pertanyaannya lebih spesifik dan berubah menjadi  “Sudah makan nasi apa belum?” akan lebih tepat dengan jawaban “Belum”. 

bahasa indonesia
kerancuan bahasa indonesia sumber gambar :pexels.com/Tirachard Kumtanom
  1. Saya mau kebelakang

Pertanyaannya adalah “Mau kemana?” dan jawabannya adalah “Mau ke belakang.” Kamu pasti sering mendengar dialog seperti ini kan? “Mau ke belakang” adalah jawaban umum yang sering diucapkan orang Indonesia saat ada keperluan ke toilet. Mau ke belakang dan mau ke toilet tentu tidak sama. Tapi mengapa saat seseorang mengatakan mau ke belakang orang Indonesia memahaminya sebagai mau ke toilet? Karena pembiaran suatu kesalahan yang berlarut-larut lambat laun akan menjadi pembenaran. Betul kan?

bahasa indonesia

kerancuan bahasa indonesia gambar : pexels.com/Max Vakhtbovych
  1. Dia lagi main HP

 “Lagi apa dia?” Tanya seseorang kepadamu. Lalu kamu menjawab “Lagi main HP.” Kamu tahu situasinya bahwa orang yang dimaksud sedang melihat layar HP tapi kamu tidak tahu apakah dia sedang membaca pesan whatsapp, membalas pesan, membaca artikel online atau benar-benar sedang main Hp? Menurut KBBI  arti kata main adalah melakukan permainan untuk menyenangkan hati (dengan menggunakan alat-alat). Dengan demikian main HP dapat diartikan melakukan permainan dengan menggunakan HP seperti main game online.

Bahasa indonesia
Kerancuan bahasa indonesia Sumber gambar : pexels.com/Stefan Coders

Maka, jawaban sedang melihat layar HP memang terdengar lebih masuk akal jika kita tidak tahu persis peristiwanya. Tapi bagi orang Indonesia main HP berarti melihat layar HP. 

  1. Saya mau jatuh

Siapa yang mau jatuh ? Tidak ada satupun manusia di dunia yang mau jatuh karena rasanya menyakitkan. Penasaran apa yang akan dikatakan orang Indonesia saat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan hampir tersungkur ke tanah? Daripada mengatakan “Aduh, hampir jatuh!” orang Indonesia lebih memilih mengatakan “Aduh mau jatuh!” Apa benar mau jatuh ? Sakit loh! Tapi, ucapan seperti ini sudah menjadi budaya dalam masyarakat. 

Bahasa indonesia
Ilustrasi jatuh Pexels.com /iSAW company

Bagaimanapun bahasa adalah bagian dari suatu kebudayaan bangsa. Sehingga, pembiaran kesalahan berbahasa yang berlarut-larut akan berpotensi menjadi kebenaran dalam budaya masyarakat tanpa disadari. Oleh karena itu, tidak ada salahnya diri kita sebagai individu saling mengingatkan satu sama lain sekecil apapun kesalahan berbahasa untuk membentuk karakter masyarakat yang bertutur kata yang baik dan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may also like