<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PARENTING POLA ASUH ANAK Archives - sharottea.com</title>
	<atom:link href="https://sharottea.com/tag/parenting-pola-asuh-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sharottea.com/tag/parenting-pola-asuh-anak/</link>
	<description>Berbagi Informasi, tips, pengetahuan, cerita, pengalaman dan produk because Sharing is caring</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Mar 2022 08:09:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188833827</site>	<item>
		<title>Anak pertama, Fakta dan dilema</title>
		<link>https://sharottea.com/anak-pertama-fakta-dan-dilema/</link>
					<comments>https://sharottea.com/anak-pertama-fakta-dan-dilema/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[sharot]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2022 07:59:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[parenting anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Anak pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Anak sulung]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta anak pertama]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting anak]]></category>
		<category><![CDATA[PARENTING POLA ASUH ANAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sharottea.com/?p=1876</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fakta anak pertama yang sering tidak disadari</p>
<p>The post <a href="https://sharottea.com/anak-pertama-fakta-dan-dilema/">Anak pertama, Fakta dan dilema</a> appeared first on <a href="https://sharottea.com">sharottea.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="post-content">
<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Dilema <strong>anak pertama. </strong>Menurut para pakar, urutan kelahiran akan mempengaruhi karakter anak. Percaya atau tidak, fakta di masyarakat, <strong>anak pertama</strong> umumnya lebih sukses di bidang akademik daripada adik-adiknya, lebih mandiri, lebih tegas dan kaku. Sementara anak bungsu, umumnya lebih ceria, penyayang, hangat, tapi manja.&nbsp;</p>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Penyebab dari perbedaan ini, salah satunya bagaimana anak-anak ini biasa diperlakukan orangtuanya.&nbsp; Sebagai contoh, <strong>anak pertama</strong> atau sulung, sebelum kelahiran adik-adiknya akan diperlakukan seperti raja atau ratu. Semua keinginannya dipenuhi orang tua. Bagaimana tidak, ia adalah <strong>anak pertama</strong> yang didambakan seluruh keluarga sehingga kehadirannya bagai menemukan harta karun yang tak ternilai harganya.&nbsp;</p>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Karena terbiasa menikmati semua kesenangan ini sendiri sebelum kelahiran adik-adiknya, tak heran <strong>anak pertama </strong>cenderung egois. Namun, <strong>anak pertama</strong> mendapatkan segala sesuatunya dari orangtua lebih istimewa.&nbsp; Saat ia lahir, orang tua tentu masih muda dan tidak terlalu sibuk dengan adik-adiknya sehingga ia mendapat kasih sayang berlimpah. Tetapi, tiba-tiba kasih sayang orang tua terenggut oleh kehadiran adik-adiknya dan ia terpaksa harus merelakan itu. Maka, tak heran juga ia lebih sensitif daripada adik-adiknya.&nbsp;</p>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Karena usia orang tua yang masih relatif muda dan tidak sibuk dengan adik-adiknya, orang tua lebih maksimal mengajarkan membaca, menulis, menghitung dan pelajaran lain-lainnya pada <strong>anak pertama</strong>. Tidak h si sulung cenderung lebih sukses secara akademik daripada adik-adiknya. Juga, ia mendapat kedisiplinan tinggi dari orangtuanya. Maka, jadilah ia pribadi yang lebih disiplin daripada adik-adiknya.</p>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Seiring waktu dengan kehadiran adiknya, <strong>anak pertama</strong> dipaksa dewasa oleh orangtuanya di usia yang belum dewasa. Ia dimarahi ketika adiknya terjatuh dan menangis. Orang Tuanya akan mengatakan, &#8220;Kamu sebagai kakak, kok ga bisa jagain adik.&#8221; Sakit hati ?? Iya! Dan akan menjadi biasa sakit hati selama bertahun-tahun gara-gara label &#8220;kakak&#8221;. Maka, jadilah ia pribadi yang mandiri tapi selalu menekan perasaannya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-style-rounded"><img data-recalc-dims="1" decoding="async" src="https://i0.wp.com/images.pexels.com/photos/50601/brothers-boys-kids-baby-50601.jpeg?w=640&#038;ssl=1" alt="Anak pertama"/><figcaption>Anak pertama</figcaption></figure>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Saat ia ingin bermain di usianya yang masih <a href="https://sharottea.com/gangguan-kepribadian-ambang-respon-terhadap-trauma/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">kanak-kanak</a>, orangtua akan menempatkannya sebagai penjaga dan pengawas sang adik. Padahal, dalam hati kecilnya sangat ingin bermain bebas tanpa beban apapun dan sebenarnya ia pun belum paham benar cara menjaga adik. Terbebani ? Iya! Tidak heran, <strong>anak</strong> <strong>pertama</strong> cenderung punya sifat mudah stress, sebab ia terbiasa menanggung beban sejak dini.</p>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Saat ia memiliki mainan kesayangan, dan sang adik kecil, idola baru keluarga ingin merebutnya. Orangtua bukannya mencarikan solusi yang sama-sama adil, tapi memaksa <strong>anak pertama</strong> memberikan mainannya pada adik. Sakit hati? Banget!&nbsp;</p>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Tapi, ia dipaksa orangtua untuk tidak menangis. Mereka mengatakan, &#8220;Masa gitu aja nangis?&#8221; &#8220;Masa ga mau ngalah sama adik?&#8221; Jadi, apakah orangtua sedang mengajarkan anak pertamanya ini bahwa &#8220;Kamu boleh merebut hak orang lain?&#8221; Atau sedang mengajarkan &#8220;Membela diri saat hak dirampas itu tidak dibenarkan?&#8221;</p>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Jangan heran, jika suatu saat, di usia SD, SMP atau entah kapan, ia cenderung <a href="https://www.idntimes.com/life/inspiration/sari-rachmah/5-hal-penting-dipelajari-berkarakter-plegmatis-c1c2" target="_blank" rel="noreferrer noopener">merebut remote TV</a> tanpa ijin saat adiknya sedang asyik nonton. Atau cenderung meminjam barang-barang adiknya tanpa ijin dan ia tak peduli jika barang yang dipinjamnya rusak atau hilang karena tak dikembalikan ke tempat semula. Atau bahkan cenderung mengabaikan hak-hak adiknya.&nbsp;</p>



<p class="has-luminous-vivid-amber-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Sebab apa? Sebab orang tua tanpa sadar mengajarkan hal itu saat ia kecil. Saat adiknya menangis ingin merebut mainan kakaknya yang mana mainan itu bukan hak adiknya, bukankah orang tua mengatakan &#8220;Mengalah dong sama adik?&#8221;&nbsp;</p>
</div><p>The post <a href="https://sharottea.com/anak-pertama-fakta-dan-dilema/">Anak pertama, Fakta dan dilema</a> appeared first on <a href="https://sharottea.com">sharottea.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sharottea.com/anak-pertama-fakta-dan-dilema/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1876</post-id>	</item>
		<item>
		<title>PARENTING POLA ASUH ANAK MEMBANGUNKAN SHALAT SUBUH</title>
		<link>https://sharottea.com/parenting-pola-asuh-anak-membangunkan-shalat-subuh/</link>
					<comments>https://sharottea.com/parenting-pola-asuh-anak-membangunkan-shalat-subuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[sharot]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Mar 2021 21:42:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[parenting anak]]></category>
		<category><![CDATA[PARENTING POLA ASUH ANAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://sharottea.com/?p=272</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbicara tentang parenting pola asuh anak , ada hal umum yang terjadi dalam masyarakat dan cukup menyita perhatian saya. Fenomena<a href="https://sharottea.com/parenting-pola-asuh-anak-membangunkan-shalat-subuh/" class="read-more">Read More<i class="fa fa-long-arrow-right" aria-hidden="true"></i></a></p>
<p>The post <a href="https://sharottea.com/parenting-pola-asuh-anak-membangunkan-shalat-subuh/">PARENTING POLA ASUH ANAK MEMBANGUNKAN SHALAT SUBUH</a> appeared first on <a href="https://sharottea.com">sharottea.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="post-content">
<p class="has-drop-cap has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Berbicara tentang <strong>parenting pola asuh anak</strong> , ada hal umum yang terjadi dalam masyarakat dan cukup menyita perhatian saya. Fenomena ini saya sebut sebagai salah cara membangunkan. Banyak dari para orangtua mengatakan kepada anak-anaknya yang masih kecil &#8220;Nak ayo cepet tidur, sudah malam. Karena besok pagi harus sekolah, maka kamu harus bangun subuh.&#8221;&nbsp;</p>



<p class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Sekilas memang nampak tidak ada yang salah. Tapi sadarkah orientasi kita ke arah mana ketika setiap malam kalimat itu yang muncul di telinga ? Bagi saya ini jelas orientasi dunia. Sebab ketika kita bangun subuh supaya tidak telat sekolah, tidak telat ke kantor, maka di Hari Sabtu dan Minggu kita akan telat bangun. Sebab sekolah dan perkantoran libur di hari Sabtu dan Minggu.&nbsp;</p>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading" style="font-size:35px">Pola Asuh Anak: Bangun Subuh TidakTerbatas Hari Senin-Jumat</h2>



<p class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Mungkin bagi non muslim yang tidak ada kewajiban shalat subuh, tidak menjadi masalah. Bagi muslim, jelas ini salah! Bagi muslim, kewajiban bangun subuh diniatkan untuk shalat subuh. Sehingga bangun subuh bagi seorang muslim tidak terbatas dari Hari Senin hingga Jumat saja. Setiap hari harus bangun subuh.&nbsp;Barangkali anak-anak yang diperintahkan tidur dengan diiringi kalimat ini kelak akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang hanya akan bangun subuh jika untuk bekerja ke kantor saja. Ini sangat disayangkan jika dia seorang muslim. Coba cek kebiasaan bangun subuh pasangan anda? Adakah yang bangun subuh ketika jadwal ngantor saja?&nbsp;</p>



<p class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Muslim yang taat dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh kesadaran, juga akan taat menjauhi larangan-NYA. Maka jika ia bisa melawan rasa kantuk demi shalat subuh, maka ia pun akan bisa melawan hawa nafsu lainnya yang ada dalam dirinya.&nbsp;<strong>Parenting pola asuh anak</strong> seperti mengingatkan anak cepat tidur supaya tidak telat shalat subuh akan membekas hingga ia dewasa. Saat dewasa ia akan menjadi muslim yang bangun subuh setiap hari untuk mengejar waktu shalat subuh.</p>



<h2 class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-heading" style="font-size:31px">Parenting  Anak: Bangunlah Subuh Bukan untuk Sekolah, Tapi Shalat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" width="640" height="421" src="https://i0.wp.com/sharottea.com/wp-content/uploads/2021/04/parenting-pola-asuh-anak.jpg?resize=640%2C421&#038;ssl=1" alt="" class="wp-image-534" srcset="https://i0.wp.com/sharottea.com/wp-content/uploads/2021/04/parenting-pola-asuh-anak-scaled.jpg?resize=1024%2C673&amp;ssl=1 1024w, https://i0.wp.com/sharottea.com/wp-content/uploads/2021/04/parenting-pola-asuh-anak-scaled.jpg?resize=300%2C197&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/sharottea.com/wp-content/uploads/2021/04/parenting-pola-asuh-anak-scaled.jpg?resize=768%2C505&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/sharottea.com/wp-content/uploads/2021/04/parenting-pola-asuh-anak-scaled.jpg?resize=1536%2C1010&amp;ssl=1 1536w, https://i0.wp.com/sharottea.com/wp-content/uploads/2021/04/parenting-pola-asuh-anak-scaled.jpg?resize=2048%2C1346&amp;ssl=1 2048w, https://i0.wp.com/sharottea.com/wp-content/uploads/2021/04/parenting-pola-asuh-anak-scaled.jpg?w=1280&amp;ssl=1 1280w, https://i0.wp.com/sharottea.com/wp-content/uploads/2021/04/parenting-pola-asuh-anak-scaled.jpg?w=1920&amp;ssl=1 1920w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption>parenting pola asuh anak</figcaption></figure>



<p class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Apalagi, saya pernah dengar (jika saya tak salah ingat) dalam kondisi mengantuk otak manusia berada para gelombang theta. <a href="https://www.kompasiana.com/aranhakim/54f6a04ea3331177438b45ae/mengenal-gelombang-otak-dan-cara-kerja-pikiran-bagian-1" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Gelombang theta</a> menurut penelitian sebagai pintu masuk ke alam bawah sadar. Sementara itu, karakter manusia sebagian besarnya dibentuk oleh alam bawah sadar. Ini artinya, ketika pada malam hari anak dalam kondisi mengantuk dan dicekoki kalimat &#8220;bangun subuh ya nak, sebab besok harus sekolah&#8221; maka orientasi anak ini akan cenderung kepada dunia. Dimana dia hanya akan bangun subuh karena mengejar dunia, demi tidak telat ke sekolah dan dewasanya hanya akan bangun subuh demi tidak telat pergi ke kantor.&nbsp;</p>



<p class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Lain halnya jika ia dicekoki kalimat &#8220;bangun subuh ya nak, supaya tidak telat sholat subuh.&#8221; Kalimat ini diulang-ulang terus menerus dan akan masuk ke alam bawah sadarnya. Maka orientasi dia akan menuju pada akhirat. Dimana ia akan bangun subuh demi menjalankan tugasnya sebagai hamba yang taat pada pencipta-Nya.&nbsp;kurang lebih begitu teori yang saya pahami. Tapi berhubung saya bukan psikolog, silahkan pembaca mencari referensi dari pakarnya.&nbsp; Namun, fenomena ini sering saya lihat dalam kehidupan masyarakat muslim bahwa sebagian dari mereka hanya akan bangun lebih subuh ketika jadwal kerja saja. Dan akan bangun lebih siang ketika hari libur.&nbsp;</p>



<p class="has-vivid-cyan-blue-color has-text-color wp-block-paragraph" style="font-size:27px">referensi gambar</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pexels.com/photo/toddle-wearing-gray-button-collared-shirt-with-curly-hair-35537/">https://www.pexels.com/photo/toddle-wearing-gray-button-collared-shirt-with-curly-hair-35537/</a></p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://www.pexels.com/photo/two-children-standing-near-concrete-fence-35188/">https://www.pexels.com/photo/two-children-standing-near-concrete-fence-35188/</a></p>
</div><p>The post <a href="https://sharottea.com/parenting-pola-asuh-anak-membangunkan-shalat-subuh/">PARENTING POLA ASUH ANAK MEMBANGUNKAN SHALAT SUBUH</a> appeared first on <a href="https://sharottea.com">sharottea.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sharottea.com/parenting-pola-asuh-anak-membangunkan-shalat-subuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">272</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
