<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>buku kesehatan mental Archives - sharottea.com</title>
	<atom:link href="https://sharottea.com/tag/buku-kesehatan-mental/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sharottea.com/tag/buku-kesehatan-mental/</link>
	<description>Berbagi Informasi, tips, pengetahuan, cerita, pengalaman dan produk because Sharing is caring</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 Aug 2026 10:26:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">188833827</site>	<item>
		<title>Belajar dari Buku Kesehatan Mental Anak, Don’t be Angry Mom</title>
		<link>https://sharottea.com/belajar-dari-buku-kesehatan-mental-anak-dont-be-angry-mom/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[sharot]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 10:26:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Unboxing buku]]></category>
		<category><![CDATA[buku kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sharottea.com/?p=3580</guid>

					<description><![CDATA[<p>Disadari atau tidak, kesehatan mental anak bisa dipengaruhi dari cara orang tua memperlakukannya. Misalnya, anak yang memiliki orang tua pemarah<a href="https://sharottea.com/belajar-dari-buku-kesehatan-mental-anak-dont-be-angry-mom/" class="read-more">Read More<i class="fa fa-long-arrow-right" aria-hidden="true"></i></a></p>
<p>The post <a href="https://sharottea.com/belajar-dari-buku-kesehatan-mental-anak-dont-be-angry-mom/">Belajar dari Buku Kesehatan Mental Anak, Don’t be Angry Mom</a> appeared first on <a href="https://sharottea.com">sharottea.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="post-content">
<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-803f8f70cd04a98d862875903f642e62 wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Disadari atau tidak, <strong>kesehatan mental anak</strong> bisa dipengaruhi dari cara orang tua memperlakukannya. Misalnya, anak yang memiliki orang tua pemarah akan beranggapan kemarahan sebagai suatu hal yang biasa dan boleh dilakukan dengan cara apapun sebagaimana ia melihat orang tuanya marah-marah, (dalam buku Don’t be Angry, Mom, hal 17).</p>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-9ffd91e990f393c6b63be4cfe28d8f6a wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Untuk mengetahui apakah anak tertentu atau anak kita mengalami gangguan dengan kesehatan mentalnya, tentu ada beberapa indikatornya. Orang tua harus waspada jika hal ini terlihat pada anak. Namun demikian, jangan lupakan untuk selalu berkonsultasi dengan ahlinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ciri-ciri <strong>Kesehatan mental anak</strong> terganggu</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Emosi dan perilaku</h3>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-076b09e28d17c0c514d65e51c7e369a2 wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Terganggunya mental anak, salah satu indikatornya meliputi&nbsp;perubahan emosi dan perilaku yang ekstrem, seperti sering marah atau menangis secara berlebihan dan intens, murung, emosi mudah meledak-ledak, agresif, rendah diri dan lain sebagainya.</p>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-a83cf4efd60195f290f2120fce4164d2 wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Adapun perilaku yang ditampakkan, misalnya menarik diri dari pergaulan teman sebayanya, sosial atau lingkungan lainnya, perilaku menyakiti diri sendiri atau orang lain saat marah seperti membenturkan kepala atau memukul, mogok makan, penurunan nilai akademik di sekolah secara drastis, juga gangguan pola tidur dan makan yang berlangsung lama dan terus-menerus.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading">Gejala Fisik akibat kesehatan mentak anak terganggu</h3>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-a9b75c114cc0ac0046d4cd9d664d223e wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Sebagaimana dituliskan dalam <a href="https://sharottea.com/buku-islamic-parenting-dont-be-angry-mom/">buku “Don’t be Angry, Mom”</a> bahwa anak yang sering dimarahi orang tuanya akan mengalami gangguan psikis, dalam hal ini berarti kemarahan orang tua bersifat destruktif bukan?</p>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-7bc1973365436c724f108a0da6ddb608 wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Namun demikian, hal yang jarang disadari orang tua bahwa kemarahan orang tua yang destruktif diam-diam menimbulkan penyakit fisik pada anak. Bukan karena anak tersebut dipukul atau disakiti fisiknya oleh orang tua, melainkan psikis yang terganggu berkorelasi dengan gangguan kesehatan fisiknya. Misalnya, menyebabkan penyakit jantung lelah dan dispepsia, semacam stres akut yang menyebabkan lambung lebih sensitif terhadap asam (halaman 40).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Orang tua pemarah juga tak lepas dari risiko penyakit</h2>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-6fbaf4e86a195ea0b2cdb83de62d17fc wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Menariknya, buku ini seolah membenarkan kata-kata yang sering dijadikan candaan dalam keseharian kita bahwa, “Jangan marah-marah nanti cepat tua, jangan marah-marah nanti darah tinggi.” Siapa sangka, ternyata kata-kata ini dapat dibenarkan secara medis.</p>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-fc5e06fcb9b48c698a7a09f9d9170c39 wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Diambil dari halaman 44 buku Don’t be Angry, Mom, bahwa orang tua pemarah juga tidak lepas dari risiko penyakit fisik, misalnya tekanan darah tinggi, serangan jantung, penurunan fungsi paru dan lain sebagainya. Masih banyak sekali macam penyakit akibat marah-marah ini, tapi tidak dapat saya jelaskan satu persatu, ada baiknya baca bukunya untuk lebih detilnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh kasus orang tua pemarah dari kisah nyata</h2>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-edf06b03a487333585e4a979a89f2b3d wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Suatu ketika, di suatu pagi yang cerah, saya pergi mengantre untuk membeli nasi uduk. Tidak lama, datanglah seorang wanita dengan anaknya yang kurang lebih saat itu berusia 5 tahun. Karena lama mengantre, si anak mulai bosan dan merengek minta pulang. Tahu apa yang dilakukan sang ibu? “Sudah dibilangin tadi ga usah ikut, go****!!” Tanpa malu-malu atau khawatir orang lain mendengarnya, ia mengatakannya dengan suara lantang. Juga, barangkali tanpa rasa bersalah (hati orang siapa yang tahu?) ia membiarkan anaknya menangis.</p>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-480c0ae474f19161f0a0ae2bbb7d82e3 wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Hmmm&#8230;bagaimana? Pemandangan yang biasa bukan? Apa masa kecilmu mengalami hal-hal seperti ini? Ini loh yang menjadi pembicaraan utama dalam buku ini, bahwa cara orang tua mengekspresikan amarah bisa jadi merusak mental anak, lebih parah lagi jika sampai merusak fisik anak.</p>



<p class="has-cyan-bluish-gray-color has-text-color has-link-color wp-elements-16b007c61e6aaecaa5be88ae9339e3c5 wp-block-paragraph" style="font-size:23px">Bukan berarti tidak boleh marah sih, boleh banget karena kadang marah ada manfaatnya juga kan, tapi ekspresikan dengan cara yang tepat, tidak merusak fisik dan mental anak. Mau tahu caranya? Baca dong dan Beli bukunya di<a href="https://www.instagram.com/tokobuku_sharot/"> instagram tokobuku_sharot</a>.</p>
</div><p>The post <a href="https://sharottea.com/belajar-dari-buku-kesehatan-mental-anak-dont-be-angry-mom/">Belajar dari Buku Kesehatan Mental Anak, Don’t be Angry Mom</a> appeared first on <a href="https://sharottea.com">sharottea.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">3580</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
